Sejarah Pendirian Ponpes PULE Al-Mufiddiyah

Berangkat
dari kepatuhan kepada guru dan sendika dhawuh kepada Ulama/ Kiai sepuh
Warisatul Anbiya’ . DI saat heningnya waktu tengah malam sowan seorang Waliyulloh
Simbah Kiyai H. Abd. Karim Abdul Haq Dalhar, panjenenganipun ngendika, “ Kalau
ingin hidup bahagia, maka muliakanlah para alim ulama. Yaitu dengan ziaroh,
melek bersama alim ulama. “
Kemudian
saya ikuti dawuh Simbah Kyai H. Abdul Karim Abd. Haq Dalhar, tahun 2003
Alhamdulillah berkah beliau Alloh memberi lokasi tanah seluas 350 Meter. Dan
setelah itu wafatlah guru kami kekasih Alloh yang tercinta, Simbah Kyai H.
Abdul Karim Abdul Haq Dalhar. Dilanjutkan dan ditaukifi Simbah Nyai Hjh. Nur
Hannah Dalhar, Watucongol, Muntilan, Magelang. Kami selaku murid, yaitu Bpk.
Ahmad Mufidz. Hanya bisa sendika dhawuh...
Bismillahirrahmani
rahiim...
NOTO URIP,
NUNTUN UMAT
: Misi /
prinsip hidup ini bersumber dari guru kami Simbah Nyai Hjh. Nur Hannah Dalhar,
bahwasannya baik itu anak kecil, maupun orang dewasa, muda ataupun tua, lelaki
ataupun perempuan harus dirangkul untuk mengenal cahaya kasih sayang Alloh SWT.
Dan sewaktu
itu, Simbah Nyai Hjh. Nur Hannah Dalhar memberi kami IJAZAH berupa amalan
Nabiyulloh Khidhir A.S.
KOBILTU
(Saya terima)
(Sekian
terimakasih)
Selanjutnya
Ibu Nyai Hjh. Nur Hannah mengambil beras lalu diberikan saya untuk slametan
Buka pondasi Pembangunan Pondok Pesantren “PULE” , Kepanjen, Menayu, Muntilan
sejak tahun 2016/ 2017.
Keterangan Foto di atas :
1. Foto Waliyulloh Simbah Kyai H. Abd. Karim Abdul Haq Dalhar Watucongol Magelang
2. Foto Simbah Nyai Hjh. Nur Hannah Dalhar (putri simbah Kyai H. Dalhar)
3. Foto Bpk. Kyai Ahmad Mufidz dan istrinya, selaku pengasuh Pondok Pesantren PULE Al-Mufiddiyah, Kepanjen, Menayu, Muntilan.


Komentar
Posting Komentar